Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Akan datang kepada umatku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api.” (HR. At-Tirmidzi)

• Kita sedang berada di zaman yang penuh fitnah (ujian), dimana orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api, jika dilepas maka akan membakar dirinya dan membahayakannya, namun bila tetap digenggamnya, maka ia membutuhkan kesabaran dan kekuatan yang luar biasa.

• Setiap kali ada orang-orang yang ingin mengamalkan agama dgn beribadah sesuai syari’at Allah subhanahu wa ta’ala_ seperti apa2 yg dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; maka akan berdiri ahli bid’ah ditengahnya; yaitu para pengikut hawa nafsu; yang berbicara tanpa dalil hanya dgn mengandalkan pemikiran semata serta orang-orang jahil (akan agamanya) yang tidak mengerti agama kecuali hnya dari pengalaman beragama nenek-nenek moyangnya; mereka siap menghadang, mereka jg melemparkan makian, cercaan, hinaan, hujatan, tudingan, dan fitnah_ baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, hingga membuat sebagian besar kaum muslimin enggan menjalankan tuntunan agamanya dan sunnah-pun menjadi kian terasing…

• Begitu banyak kekeliruan yang sengaja ditimbulkan untuk menyesatkan umat Islam tentang pemahaman agama yang benar, bagaimana tidak; wanita2 berpakaian yg hakikatnya telanjang dijalanan dianggap lumrah sementara yang berhijab menutup aurat malah dianggap aneh, riba disamakan dengan jual beli, dan masih banyk lagi kekeliruan lainnya, bahkan kegiatan “seni” malah dijadikan lapangan pekerjaan dgn mempertontonkan nafsu yg berlindung dibalik agenda untuk menjaga warisan budaya (tradisi), hingga jadilah bermacam  tradisi jahiliyah (warisan jahiliyah nenek moyang) yg penuh kesyirikan justru dilestarikan. Na’udzubillah..!

• Jadilah kini orang-orang yang memegang teguh agamanya kian terasing, jadilah kini para pengikut sunnah yang mencintai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam_ dianggap aneh dan dikatakan menyimpang bahkan dianggap ”sesat” hanya karena tidak sesuai dgn budaya keumuman (tradisi yg kini dianggap seolah bagian dari agama) dlm masyarakat…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan pada akhirnya akan datang suatu masa di mana Islam akan kembali menjadi asing, maka berbahagialah orang-orang yang dikatakan asing.” (HR.Muslim_dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)

• Aduhai… sesungguhnya kepada siapakah kita hendak mengikuti dan mencontoh? apakah kepada peradaban nenek moyang yg menyimpang dari Alquran dan Sunnah? apakah kepada peradaban kaum kuffar yang diberi label “moderen” dan meng-idolakan mereka?

Wal’iyyadzubillah…!

“Seseorang (di hari kiamat akan dibangkitkan) bersama orang yang dicintainya (diidolakannya).” [HR. Bukhari & Muslim].

Padahal telah jelas bagi kita tuntunannya..

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang2 yg mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al-Ahzab:21)

“Apa-apa yg diperintahkan oleh Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa-apa yg dilarangnya maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah” (QS.Al-Hasyr:7)

. . .

____________________

“Aku berlindung dengan kalimat (firman) Allah Yang Sempurna dari kejahatan makhluk2Nya”. (HR. Ahmad, At-Tirmidziy & Ibnu Majah)

“Ya Allah! Sesungguhnya aku ber-lindung kepadaMu dari siksa kubur. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah Alma-sih Dajjal. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan fitnah sesudah mati. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari perbuatan dosa dan kerugian.”
(HR.Bukhari & Muslim)

“Ya Allah, Sesungguhnya aku mohon kepadaMu Surga dan aku berlindung kepadaMu dari Neraka.” (HR.Abu Daud & Ibnu Majah)

“Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da ‘izhaadaytanaa wahablanaa minal ladunka rahmatan, innaka anta ul wahhab”
{Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami Rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)}.
[QS. Ali Imran: 8]

“Allahumma inni as alukal hudaa wattuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa”
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon selalu dari-Mu hidayah, Takwa, sikap iffah, dan kekayaan)
[HR.Muslim no.4898]

“Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbii ‘alaa diinik”
(Wahai Rabb yang maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)
[HR. At-Thirmidzi no.2140]

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

“Ya Rabbi berilah aku petunjuk untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ke-dua orang tuaku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai; serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih”. aamiin.. (QS.An-Naml:19)

“Ya Allah bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.” aamiin.. (HR.An-Nasa’i & Abu Dawud)

*** gundahku……….
Ya Allah ya Rabb ku.. berilah kami kesabaran dan kekuatan menjalani ujian MU..
berilah kami ketabahan serta ketetapan hati agar senantiasa istiqomah di jalan yang Engkau ridhai.. aamiin. (09112010)

________________

ARTIKEL LAINNYA :
~ Kajian Ahlusunnah di Palu 
~ Tentang Penulis
~ Tampungan Animasi
~ Tampungan Pernak-pernik
~ Tampungan Sunflower
~ Tampungan Foto Panorama Alam Palu
~ Dingbats Character (Kreasi)
~ Khutbah Idul Fitri 1432 Hijriyah (31 Agustus 2011)
~ Khutbah Idul Adha 1432 Hijriyah (6 November 2011)
Iklan