Adab Keluar Rumah
Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

Saudariku muslimah…
Telah termaktub dlm Al Qur’an (QS.Al-Ahzab:33) :
“Dan tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian.”

Perintah utk berdiam di dlm rumah ini datang dari Dzat Yang Maha Memiliki Hikmah Dzat yg lbh tahu tentang perkara yg memberikan maslahat bagi hamba-hamba-Nya. Ketika Dia menetapkan wanita harus berdiam dan tinggal di rumah Dia sama sekali tdk berbuat zalim kepada wanita bahkan ketetapan-Nya itu sebagai tanda akan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya.

Saudariku muslimah…

Walaupun syariat menetapkan engkau harus tinggal di rumahmu namun bila ada kepentingan darurat dibolehkan bagimu keluar rumah dgn memperhatikan adab-adab berikut ini:

● Kenakanlah hijabmu yg syar’i. (Hijab Syar’i, klik di sini)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu dan putri-putrimu serta wanita-wanita kaum mukminin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka di atas tubuh mereka. Yang demikian itu lbh pantas bagi mereka utk dikenali sehingga mereka tdk diganggu…”

● Jangan memakai wangi-wangian

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap mata itu berzina. Bila seorang wanita memakai wewangian kemudian ia melewati majelis laki2 mk wanita itu begini dan begitu.”

Dalam riwayat Ahmad :

“Wanita mana saja yg memakai wangi-wangian kemudian ia melewati satu kaum agar mereka mencium wangi mk wanita itu pezina.”

● Ketika berjalan janganlah sengaja membunyikan sandal/sepatumu (dan jangan pula menghentak-hentakkan kakimu agar terdengar suara gelang kaki/sepatu yg engkau kenakan krn Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah mereka memukulkan kaki-kaki mereka ketika berjalan agar diketahui apa yg disembunyikan dari perhiasan mereka.”

● Jangan pula engkau berlenggak lenggok ketika berjalan sehingga mengundang pandangan lelaki sementara Rasulmu Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg mulia telah mengabarkan:

“Wanita itu aurat mk bila ia keluar rumah syaitan menyambutnya.”

Setan menjadikan pandangan lelaki tertuju kepada si wanita menghias-hiasi dan mempercantik dlm pandangan lelaki sehingga mereka terfitnah dgn wanita tersebut. (Tuhfatul Ahwadzi 4/283)

Apabila engkau berjalan bersama saudaramu ataupun temanmu sesama wanita sementara di sana ada lelaki mk tahanlah utk berbicara bukan krn suara wanita itu aurat namun krn kekhawatiran lelaki akan terfitnah ketika mendengar suara wanita. Bila terpaksa berbicara dgn lelaki berbicaralah dgn wajar tanpa mendayu-dayu dan melembut-lembutkan suaramu. Demikianlah yg Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan dlm firman-Nya:

“Maka janganlah kalian melembut-lembutkan suara(1) ketika berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yg ada penyakit dlm hati dan ucapkanlah perkataan yg baik.”

Apabila engkau telah menikah minta izinlah kepada suamimu ketika keluar rumah sampaipun engkau hendak keluar utk shalat di masjid sebagaimana diisyaratkan permintaan izin ini dlm sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila istri salah seorang dari kalian minta izin ke masjid mk janganlah ia melarangnya.”

Bila jarak perjalanan yg ditempuh adl jarak safar (luar kota) maka engkau harus didampingi mahrammu krn Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak boleh seorang wanita safar kecuali bersama mahramnya.”

Hindarilah dari berdesak-desakan dgn lelaki

● Berhiaslah dgn rasa malu

● Tundukkanlah pandangan matamu jangan melemparkan ke kiri dan ke kanan kecuali bila ada kebutuhan krn Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat: Hendaklah mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka…”

Saudariku muslimah…

Demikianlah beberapa adab Islami yg sepatut engkau pegangi saat keluar dari rumahmu sungguh kemuliaan kan kau raih bila senantiasa berpegang dgn adab yg diajarkan agamamu. Sebalik kehinaan kan kau terima ketika ajaran agamamu engkau tinggalkan jauh di belakang punggungmu. Semoga Allah memberi taufik kepada kita utk selalu mengikuti kebenaran dan berpegang teguh dengan sampai tiba saat pertemuan dgn Allah. Amin..

Wallahu a’lam bish-shawab.

Footnote: (1) Berbicara dgn mendayu-dayu sehingga membangkitkan syahwat lelaki yg mendengar sebagaimana seorang istri berbicara dgn suaminya.

Sumber: Majalah Asy Syariah pada rubrik  Sakinah Mutiara Kata 12-November-2004 www.asysyariah.com. (Hanan Mar’ie Ummu Abdirrahman)

TAMBAHAN: Beberapa Adab Dalam Ajaran Islam

_________________

KAJIAN TERKAIT :
Sesuatu Dibalik Perhiasanmu
Muslimah yang Belum Mantap Menggunakan Hijab
Nasehat Bagi Muslimah Berkaitan dengan Internet
Ilmu (Agama), Perhiasan Tak Ternilai Bagi Muslimah
Pakaian Wanita dihadapan Non Mahram
Kemarahan yang Membawa Petaka
Hijab (Jilbab) – Tolok Ukur Menilai Kepribadian Muslimah
Menyoal Kiprah Muslimah
Emansipasi Atau Deislamisasi?
Membenci Poligami (Ta’addud) adalah Membenci Salah Satu Syiar ALLAH
Nasihat Untuk Wanita Muslimah yang Berhias Seronok
RUMAHmu Adalah SURGAmu
Biografi Shahabiyah Rasulullah
Adab-Adab Berbicara Bagi Wanita Muslimah
Polemik Busana Muslimah Bermotif (bordir/renda)
Arsip; Kajian Muslimah
Wanita Adalah Aurat
Larangan Wanita Bepergian (Safar) Tanpa Mahram
♥ Bercadar Bagi Muslimah Adalah Bagian Dari Syariat Islam
Iklan